Minggu, 22 Februari 2015

TEKNIK MENCARI PELUANG BISNIS INSTANT

Peluang, banyak orang kesulitan mencari peluang. Padahal, peluang ada dimana-mana. Ketika kita melihat orang lain melakukan ini dan itu, maka peluang bisa muncul. Contoh kasus yang paling sederhana. Anda sedang mencari peluang. Dari kemarin tidak ada ide yang datang. Anda keluar rumah dan mulai berjalan menyusuri jalan raya yang dipenuhi dengan berbagai orang yang berjualan.

Suatu saat, Anda melihat suatu usaha rental mobil. Anda baca reklamenya namun pesan yang disampaikan di reklame itu kurang menarik. Ini PELUANG MENAWARKAN DIRI MEMBUAT REKLAME KREATIF. Anda melihat juga, kebutuhan orang untuk menyewa mobil keluarga begitu besar. Umumnya mobil keluarga bisa dipakai untuk aktivitas silaturahmi ke kerabat, untuk pariwisata, untuk keluar kota dan banyak lagi. Dan ini peluang bagi Anda.

Anda bisa bekerjasama dengan pemilik penyewaan mobil dan katakan Anda ingin membuatkan websitenya. Kebetulan dia memang belum memiliki website. Jika Anda bia membuat website, alangkah baiknya, namun jika tidak, Anda bisa bekerjasama dengan teman yang bisa membuat website. Anda bagi hasil jika dapat klien. Ini PELUANG MENJAJAKAN PEMBUATAN WEBSITE.

Jadi, pada kenyataannya, peluang itu sangat amat banyak untuk kita temukan. Kunci menemukan peluang adalah mendeteksi kebutuhan, lalu menawarkan solusi dalam bentuk projek bisnis. As simple as that.

Peluang identik dengan uang, makin banyak peluang yang bisa Anda ciptakan makin banyak potensi sumber uang yang Anda bisa dapatkan. Jadi, jangann berkecil hati, tetap berlatih untuk menajamkan instink Anda sebagai pebisnis untuk peka melihat peluang. Anda yang masih profesional, jadikan bisnis ini sebagai tambahan income dan pengalaman melakukan bisnis. Lumayan, untuk meninggikan JAM TERBANG Anda.

Mari kita mengasah diri untuk tetap peka terhadap datangnya peluang bisnis, dan jika sudah datang, jangan dicuekin, tapi tangkap dengan menulis. Lalu dikonsepkan dan di eksekusi. Semoga peluang itu benar-benar menjadi uang yang sesungguhnya. Amin.